Warga Tubo Mengungsi di SMK


MAJENE – Gempa dengan skala Mag 5,9 pada Kamis 14 Januari pukul 14.35 wita, mengguncang wilayah Sulselbar membuat masyarakat panik hingga berlarian ke luar rumah, kantor, toko dan sebagainya.

Namun, terdapat oknum menyebar isu hoax melalui media sosial berupa gambar akibat gempa yang menambah kepanikan masyarakat, yang tentunya merupakan tindakan yang tidak terpuji dan dapat berurusan dengan hukum.

Khususnya, di wilayah Kabupaten Majene, sejumlah isu hoax dapat diatasi dengan memastikan keabsan gambar yang ternyata kejadiannya di Sumatera pada 2019 lalu.


“Ini merupakan tindakan yang tidak terpuji dan bisa saja berurusan dengan hukum,” tegas AKP Ujang Saputra Kepala Bagian Operasi AKP Ujang Saputra setelah mengumpulkan semua informasi dari Polsek jajaran dari dampak gempa yang terjadi, Kamis 14 Januari.

Kata Ujang, Kamis 14 Januari pukul 14.35.49 wita, wilayah Majene diguncang gempa tektonik dengan hasil analisis BMKG Pusat menunjukkan, bahwa gempa bumi memiliki magnitudo  M-5,9. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,99 LS dan 118,89 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 4 km arah Barat Laut Majene, pada kedalaman 10 km.

“Dari delapan kecamatan di wilayah Kabupaten Majene, enam kecamatan diantaranya Kecamatan Banggae, Banggae Timur, Pamboang, Sendana, Tammerodo Sendana dan Ulumanda tidak terjadi kerusakan, hanya saja beberapa tiang listrik menjadi miring, dan telah diperbaiki dari pihak PLN Majene,” terangnya.

Sementara kedua kecamatan lanjutnya, yakni Kecamatan Tubo Sendana terjadi longsor di dua titik di Dusun Lombona Desa Tubo Tengah, dimana material tanah bercampur batu menutup badan Jalan Trans Sulawesi yang sempat mengakibatkan kemacetan.

“Namun kondisi saat ini, badan jalan sudah bisa dilalui berkat kerjasama Pemerintah setempat, TNI, Polri dan masyarakat,” ungkap Ujang.

Ia menjelaskan, pasca gempa beberapa masyarakat Kecamatan Tubo Sendana mengungsi ke daerah ketinggian. “Untuk wilayah Kecamatan Malunda, kita sementara masih proses pendataan masyarakat pengunsi, dan berdasarkan informasi, warga setempat (Pengunsi) sementara di SMK Bukit Tinggi, Desa Petabean dan Desa Kayuangin, tidak ada tanah longsor dan pohon tumbang serta arus lalin lancar. Hanya saja ada warga yang terluka lecet namun telah mendapat perawatan di Puskesmas untuk membantu proses penyembuhannya,” jelasnya.