Pemkab Majene Maksimalkan Penyelenggaraan Pilkada

Penjabat Bupati Majene HM Natsir menyampaikan sambutan pada Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Sosial Tingkat Kabupaten Majene 2020 di ruang Pola Kantor Bupati Majene, Selasa (24/11/2020).

MAJENE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene terus berupaya memaksimalkan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Majene 2020.

Pjs Bupati Majene HM Natsir mengatakan, untuk menyikapi segala potensi permasalahan jelang Pilkada, tentu dapat memastikan seluruh persiapan, baik secara teknis maupun non teknis, sehingga tidak terdapat permasalahan di lapangan.

“Selain itu, juga perlu mengantisipasi kondisi cuaca selama Desember, karena kemungkinan memasuki masa perubahan cuaca ekstrim akibat fenomena el nina sesuai prediksi BMKG,” tutur Natsir pada Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Sosial Tingkat Kabupaten Majene 2020 di ruang Pola Kantor Bupati Majene, Selasa (24/11/2020).


Dikatakan, masih terdapat 12 desa di kecamatan belum tersentuh jaringan telekomunikasi terutama internet. Tidak hanya itu, mantan Sekkab Pasangakayu itu juga menguraikan, saat ini masih terdapat warga sebanyak 984 jiwa belum ber e-KTP yang perlu disisir.

“Ini menjadi perhatian bagi kita, karena masih terdapat 984 wajib pilih yang belum merekam e-KTP, dan perlu untuk memastikan supaya menggunakan hak pilihnya. Apalagi pemilu kali ini tidak ada lagi penggunaan suket (Surat Keterangan) Penduduk,” terangnya.

Ia mengimbau, agar masyarakat tidak beranggapan golput menjadi solusi, karena Pilkada menentukan masa depan. Pemerintah Majene lanjutnya, memiliki tanggung jawab yang berat, mengingat tingginya partisipasi masyarakat di Majene mencapai 83,75 persen.

“Inilah yang perlu dipikirkan, karena jangan sampai partisipasi masyarakat justru mengalami penurunan, terlebih di masa Pandemi Covid-19. Sebelum hari pencoblosan, harus dilakukan sosialisasi dengan menyurat ke setiap rumah Ibadah, dengan mengajak warga wajib pilih datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara),” ujarnya.

Sementara, Manager PT PLN Majene, Bahtiar menjelaskan, kondisi listrik jelang pesta demokrasi, telah melakukan pemeliharaan, termasuk dengan memadamkan listrik pada titik pembenahan. “Permasalahan listrik masih aman, ditunjukkan dengan kondisi gardu di Baruga yang kapasitasnya masih cukup aman,” akunya.

Ia menyebutkan, masih terdapat 20 dusun yang belum bisa menikmati listrik dari PLN. “Khusus untuk sebagian wilayah Majene yang belum terjangkau aliran listrik, diantaranya sebagian wilayah Kecamatan Ulumanda, Salutahongan, Awo, Mayamba dan lainnya. Kami berharap agar ada masukan dari pemerintah dan stakeholder terkait titik-tiitk mana yang menjadi prioritas, termasuk jika pihak penyelenggara membutuhkan genset,” tandasnya.

Rakor bertema Antisipasi dan Solusi Permasalahan Menjelang Pilkada Serentak 2020 itu, dihadiri Pj Sekda Majene, Dandim 1401, Kapolres Majene, Perwakilan Kejari Majene, Ketua KPU Majene, Bawaslu, Pimpinan OPD terkait, para Camat, Lurah dan Kades. (abd. hafid)