Pelaksanaan Audit Keuangan Daerah Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Peserta Media Workshop pengecekan suhu tubuh di gedung BPK Perwakilan Sulbar sebelum memasuki ruangan tempat berlangsungnya workshop yang diikuti 26 wartawan se Sulbar, Kamis 17 Desember 2020. (foto: ishaka m.toib)

MAMUJU – Pelaksanaan audit atau pemeriksan pengelolaan keuangan daerah bagi pemrintah Provinsi Sulbar maupun pemerintah daerah di enam kabupaten se Sulbar dalam  masa pandemi Covid-19 tetap terlaksana sebagaimana biasa.

Auditor BPK Sulbar yang turun melakukan pemerinksaan ke lapangan sudah mempersiapkan diri dengan alat pelindung diri (APD) sebagai upaya mematuhi protokol kesehatan di tengah masa pandemi Cpvid-19.

“Untuk audit aspek kepatuhan pengelolaan belanja dan aspek  kesehatan oleh pemerintah daerah dalam penggunaan anggaran covid masih proses, belum selesai. Kami mengawal penggunaan keuangan negara/daerah dalam penangan Covid-19 di tengah masa pandemi ini. Baik aspek keuangan maupun aspek pemanfaaatannya. Audit dana covid ini sementara berlangsung,” kata Hery Ridwan, Kepala BPK RI Perwakilan Sulbar dalam gelar Media Workshop dengan 26 wartawan di lantai dua kantor BPK, Kamis (17/12/2020).


Terkait laporan hasil pemeriksaan maupun pengaduan masyarakat di tengah masa pandemic Covid-19  saat ini, BPK tetap melakukan pelayanan dengan menyediakan akses melalui sistem website . Upaya ini dilakukan demi keterbukaan informasi kepada publik.

Kepala Sub Audirat BPK Sulbar Ali Wardhana mengemukakan, di seluruh dunia dan nasional tidak ada yang sudah berpengalaman dalam menghadapi konsisi Covid-19. Kondisi ini merupakan suatu ujian dan cobaan.

“BPK sendiri dipusingkan dengan Covid-19. Meskipun di tengah masa pandemik sekalipun, BPK tetap melakukan mandatori audit. Termasuk melakukan pemeriksaan LKPD se Sulbar dilakukan di tengah masa pandemi Covid-19,” ujar Ali Wardhana.

Ali Wardhana mengungkapkan, sebanyak 45 auditor BPK RI Perwakilan Sulbar sudah melakukan Swab Test pada tanggal 7 Desember lalu. “Alhamdulillah, hasil swabnya negatif. Dunia (internasional) sendiri tidak punya pengalaman soal Covid-19. Kami tertatih-tatih harus melaksanakan tugas ini dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sesuai Keppres, ini peristiwa non alam luar biasa,” tuturnya.

Untuk penaganan Covid-19 menggunakan anggaran belanja tak terduga. Jangan sampai main tadah saja, curangnya banyak, lanjut Ali Wardhana. Dalam menghadapi kondisi pandemi  ini, BPK memanfaatkan googelmap jika melakukan cek kondisi fisik proyek di lapangan.

“Mudah-mudahan dengan adanya Vaksin, virus Covid-19 penyebarannya segera mereda dan berakhir. Mudah-mudahan semua dalam keadaan sehat,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa walaupun dalam suasana pandemic Covid-19, tidak ada alasan bagi pemerintah daerah se Sulbar untuk tidak menindaklanjuti hasil temuan BPK. BPK sudah bangun sistem. Tidak perlu datang langsung karena tersedia layanan melalaui aplikasi.

Secara internal, BPK Sulbar pun memperketat pemberlakuan protokol kesehatan bagi karyawannya.  Bahkan, saat menggelar Media Workshop pun, BPK menerapkan protokol kesehatan bagi 26 wartawan yang mengikuti kegiatan itu. Saat memasuki gedung megah di Jalan Abdul Malik Pattanaendeng Mamuju, peseta workshop wajib pakai maskesr, melakakan pemeriksaan suhu tubuh, menjaga jarak  saat duduk di kursi serta mencuci tangan bahkan disemprot handsanitizer. Tak hanya itu, peserta workshop juga dibagikan masker dan  handsanitaizer, (ishaka m.toib)