Frieska: Bisa Jadi, Ini Adalah Duet Terakhir Kami di JKT48

Frieska Anastasia Laksani (kiri) dan Melody Nurramdhani Laksani

JAKARTA – Kesempatan langka untuk melihat Laksani Sisters, Frieska dan Melody perform bareng di panggung JKT48 terjadi pada Jumat, 18 Desember 2020. Mereka menyanyikan lagu Sebagian Besar Kenangan (Omoide No Hotondo) dengan syahdu. Namun, bisa jadi duet itu tidak akan pernah terjadi lagi di panggung JKT48 karena keduanya kini sudah tak lagi menjadi grup idola terbesar di Indonesia.

Ada alasan khusus kenapa Frieska harus berduet bareng Melody pada konser kelulusan bertemakan Luna (bulan). Dia ingin menunjukkan bagaimana sebenarnya Frieska dan Melody saling mendampingi. Duet bersama sang kakak dinyanyikan sebagai penghujung dari empat lagu penuh makna di JKT48. Tiga lagu sebelum Sebagian Besar Kenangan adalah Ratu Para Idola, Kupu-Kupu tak Bisa Terbang, dan Bird.

Dalam wawancara ini, Frieska menjelaskan kenapa dan bagaiaman duet Sebagian Besar Kenangan dengan Melody terwujud. Selain itu, dia juga berbagi terkait rencananya ke depan, dan harapannya terhadap JKT48 setelah restrukturisasi. Berikut wawancaranya:


Apa cerita di balik duet bareng Melody saat konser kelulusanmu?
Walaupun dulu kami sama-sama member JKT48, kami jarang banget terlihat perform berdua atau duet. Bahkan untuk satu single saja, bisa dihitung jari. Dulu satu unit song saja dihindari karena kalau di tempat kerja kami harus menganggap bukan kakak adik, tapi rekan kerja. Kami tuh deket banget. Kadang sulit, tatap mata saja bisa terjadi komunikasi hahaha.

Karena (show) ini akan jadi event besar terakhirku di JKT48, jadi aku pilih lagu-lagu di part “Luna” dan orang-orangnya se-thoughtful mungkin. Makanya ada lagu duet itu. Aku ingin kali ini kami menunjukkan performa sebagai kakak adik yang selama ini saling mendampingi. Bisa jadi, ini adalah performance terakhir kami sebagai duet yang semacam ini di stage JKT48.

Sulit nggak ngajak Melody naik panggung lagi?
Iya, awalnya sulit untuk meyakinkan dia untuk setuju performa lagi di stage. Dia sempat khawatir ada yang salah menafsirkan soal sesuatu yang spesial pada event Sol/Luna. Sebab, itu untuk special performance per-team dan Academy Class A. Dia tidak mau ada yang menyangka yang spesial itu karena dia perform. Tapi, setelah dijelaskan alasannya, meaning, konsep, hingga lagu-lagu yang dipilih untuk part aku di show Luna, akhirnya bersedia juga.

Kenapa lagu itu yang dipilih?
Karena lirik lagu tersebut mewakili perasaan yang ingin aku ungkapkan kepadanya. Kalo kalian punya hubungan persaudaraan yang unik seperti kita, pasti paham. Mau bilang sayang atau bahkan saling memuji saja, nggak kuat deh. Kayak “cheesy” banget hahaha. Padahal, dalam hati pasti merasa dia tuh berharga banget loh. Punya peran penting banget di perjalanan hidup kita.

Lewat unggahan di Twitter, Kamu bilang akan melanjutkan pendidikam ke jenjang lebih tinggi. Apa rencanamu?
Iya, aku berencana untuk kuliah lagi melanjutkan program studi S2. Kalau rencana kuliah di mana dan jurusannya apa, nanti mungkin akan aku ceritakan lebih lanjut karena hal ini juga sedang aku diskusikan dengan keluarga.

Apakah masih berminat di dunia hiburan?
Kalau untuk mengisi waktu luang mungkin akan aku pertimbangkan. Tapi kalau jadi kegiatan utama atau rutinitas sepertinya tidak. Aku ingin lebih fokus ke studi dulu, karena hal inilah yang menjadi alasan aku untuk menyudahi kegiatan di JKT48.

Jika harus memilih, tiga momen apa yang tidak terlupakan di JKT48?
Pertama, perform saat debut. Sebab, di situ merasakan yang namanya tatapan penuh tanda tanya orang-orang di sekitar yang belum mengenal kita siapa, dan kita ini apa.

Kedua, momen Senbatsu Sousenkyo 2017. Memorable banget waktu nama aku dipanggil. Merinding banget seperti mendengar teriakan satu stadion lapangan sepak bola.

Ketiga, graduation concert Melody. Setelah sekian lama, seperti mendapatkan momen reuni sama teman-teman generasi pertama.

Di show Luna, kamu menitipkan JKT48 dan menyebut jika bersama pasti bisa. Sedangkan situasinya, ada restrukturisasi. Apa yang kamu harapkan?
Baik memberstaff, dan juga fans, memiliki peran masing-masing yang berhubungan dengan kelangsungan hidup dan perjalanan sebuah grup. Aku harap semuanya bisa semakin bersatu saling mendukung, saling percaya, dan menopang satu sama lain untuk mempertahankan JKT48.

Apa yang membuat Frieska yakin, generasi muda siap memikul nama JKT48 setelah masa restrukturisasi?
Karena aku melihat proses mereka dari hari ke hari, semangat mereka seperti apa, ambisi mereka, bakat, nonton performance mereka, lihat cara mereka interaksi di sosial media. Menurut aku, mereka punya potensi besar di masa depan. Jadi untuk kalian yang membaca ini tolong dukung dan bantu mereka ya!

Apa harapanmu terhadap tim J setelah restrukturisasi dan masa depan JKT48?
Semoga JKT48 bisa jauh lebih berkembang, memiliki fandom yang semakin besar, solid dan sehat supaya semakin banyak orang yang tertarik dan tidak ragu-ragu bergabung untuk mendukung JKT48 kedepannya. Dan, bisa mewujudkan mimpi kami dari tahun pertama untuk konser di GBK yang belum dapat diwujudkan hingga saat ini. (***)