Barcelona Kehilangan Pamor

BARCELONA – Calon presiden Barcelona Joan Laporta mengatakan jika raksasa Catalonia itu, telah kehilangan pamor di level tertinggi sepak bola. Tidak hanya di kompetisi lokal LaLiga Santander, Barca juga tidak lagi memiliki pengaruh di level UEFA dan FIFA.

Untuk itu, pria yang pernah menjabat sebagai Presiden Barcelona tersebut, ingin mengembalikan kredibilitas Blaugrana yang hilang. Seperti diketahui, Barcelona adalah salah satu tim di Eropa, yang paling terdampak oleh efek corona. Dan selama di bawah kepemimpinan eks presiden Josep Maria Bartomeu, Barcelona mengalami masa paling sulitnya dalam eksistensinya.

“Barcelona harus bisa mengembalikan kredibilitasnya. Barcelona harus bisa kembali bisa terlibat dalam pengambilan keputusan, yang melibatkan (organisasi) sepak bola. Seperti di masa saya dulu, saya tidak pernah ketinggalan dalam rapat RFEF,” kata Joan Laporta dilansir FIN dari MARCA, Minggu (3/1).


Terkait pencalonan kembali pria 58 tahun itu, rumor segar pun bertebaran. Salah satunya adalah potensi perombakan di tubuh Barca itu sendiri. Kendati demikian, Laporta yang asli Barcelona itu, belum ingin mengumbar nama-nama yang akan ia bawa dalam kampanyenya kali ini.

“Saya punya proyek olahraga saya sendiri. Di situ, ada tiga nama untuk posisi sekretaris teknis. Namun untuk saat ini, nama ini masih dirahasiakan. Dan untuk saat ini, saya masih belum punya keinginan untuk membicarakan masalah pemain atau pelatih Barcelona (yang akan tetap di Camp Nou jika nanti saya terpilih),” tambahnya.

Perlu di ketahui, selama di bawah kepemimpinan Joan Laporta, Barcelona menikmati salah satu era keemasannya, semenjak didirikan pada 1899. Dalam kurun tujuh musim, pria berkebangsaan Spanyol itu mengawal terciptanya 12 gelar untuk tim yang sekarang berjuluk Blaugrana itu.

Empat trofi LaLiga (2004/05, 2005/06, 2008/09, 2009/10), satu Copa del Rey (2008/09), tiga trofi Superopa de Espana (2005, 2006, 2009), dua trofi Champions League (2005/06, 2008/09), satu EUFA Super Cup (2009) dan FIFA Club Wordl Cup di musim 2009, adalah semua prestasi yang didapat Leo Messi dkk di masa jabatan Laporta.

Meski begitu, Laporta mengaku jika dirinya tidak merasa di atas angin dalam perebutan kursi presiden Barcelona. Akan tetapi satu yang pasti dari pria tiga anak itu, adalah mental juara yang ia miliki.

“Difavortitkan dalam pemilihan ini? Saya tidak memusingkan hal itu. Namun, saya punya rasa optimistik (yang tinggi), dan bahwa saya memiliki mindset seorang juara,” katanya.

Namun berdasarkan poling eksklusif yang dilakukan media Spanyol, Mundo Deportivo, Laporta jadi favorit memenangkan presiden Barcelona pada 24 Januari nanti.

Jajak pendapat mengungkapkan 52,3 persen orang berniat memilihnya. Victor Font berada di urutan kedua, 40 poin di belakang Laporta. Sedangkan 17,2 persen orang mengatakan bahwa mereka ragu-ragu.

Pemilihan presiden Barcelona tinggal tersisa tiga pekan lagi dan ini menjadi momen yang akan sangat penting bagi masa depan klub asal Catalan tersebut selama sepuluh tahun ke depan.

Kunci penting bagi setiap presiden yang akan datang adalah mengelola situasi Lionel Messi. Kabar Barcelona didominasi oleh Messi sepanjang 2020, yang kontraknya akan habis musim panas mendatang. Mempertahankan jasanya akan menjadi tantangan penting.(ruf/gw/fin)