Kapolda Kunjungi Posko Pengungsian

oleh -4 Dilihat

MAJENE, Memasuki hari ke 4 pasca gempa yang mengguncang daerah Majene dan Mamuju, Kapolda Sulbar Irjen Pol Dr. Eko Budi Sampurno bersama Wakapolda Sulbar Brigjen. Pol. Drs. R. Umar Faroq mengunjungi wilayah Kecamatan Malunda yang mengalami kerusakan parah akibat dampak gempa dengan skala Magnetudo 6,2.

“Kapolda Sulbar baru sempat lakukan kunjungan ini, karena wilayah Mamuju juga mengalami kerusakan yang cukup parah, apalagi menerima kunjungan Menteri yang datang untuk memberikan bantuan kepada para korban gempa,” terang Kombes Pol Syamsu Ridwan Kabid Humas Polda Sulbar, Minggu 17 Januari.

Kata dia, Kapolda Sulbar bersama rombongannya tiba di Lapangan sepak bola Tassinara Kecamatan Malunda, menggunakan Helicopter Bell 412 dari Baharkam Mabes Polri, selanjutnya mengunjungi Dusun Aholeang Desa Mekatta yang diketahui terdapat 3 orang tertimbun longsor dan 10 rumah rusak parah.

“Kondisi jalan menuju lokasi masih sangat sulit dilalui karena timbunan longsor, sehingga kita beralih ke Posko pengungsian di Batu Lotong Kota Tinggi dan Posko SMK Kota Tinggi menuju Posko Induk Bukit Tinggi, guna mengecek kekuatan personel, ketersediaan bahan makanan dan dapur umum serta bantuan sembako yang ada,” ungkap Syamsu.

Ditempat yang sama, Kapolda Sulbar menyampaikan terkait gempa kepada pihak BMKG masih memberikan status Siaga di wilayah Sulawesi Barat khususnya di Kecamatan Malunda Majen dan belum mencabut status aman.

“Para warga tetap diminta untuk mengevakuasi diri ke area ketinggian dan tetap menjauhi daerah perbukitan yang rawan longsor,” pintanya.

Ia meminta, kepada para pengungsi agar tidak khawatir dengan persediaan. “Kami upayakan, setiap bantuan akan tersalurkan secara merata hingga kondisi kembali normal. Setiap pendistribusian logistik akan dikawal personel Kepolisian guna menghindari penjarahan di jalanan,” tutur Kapolda.

Kapolda juga meminta, agar dapur umum menyediakan makanan bergizi, seperti sayur-suran dan lauk pauk yang memadai untuk personel dan relawan yang ada di posko agar pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal dan efektif. “Kita melanjutkan perjalan lewat darat, untuk memantau sekaligus mengecek situasi dan kondisi posko pengungsian sepanjang jalan,” akunya.