HM Natsir Resmikan Pengelolaan TPS3R Siamasei

Pjs Bupati Majene HM Natsir memantau TPS3R Siamasei di Kecamatan Malunda.

MAJENE – Kepala Balai Prasarana Permukiman (BPPW) Wilayah Sulbar Normansjah Wartabone, berharap kepada pengelola agar memelihara Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle (TPS3R) serta Sanitasi yang sudah terbangun.

“Pembangunan TPS3R Siamasei ini, berada di Kelurahan Malunda Kecamatan Malunda sedangkan pembangunan Sanitasi di kecamatan Sendana,” tutur Normansjah saat Peresemian dan Penyerahan Aset Pekerjaan Pembangunan TP3SR dan Pekerjaan Pembangunan Sanimas, di Kecamatan Malunda, Senin (16/11/2020).

Pembangunan TPS3R dan sanitasi, tidak terlepas dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene dibawa kepemimpinan Bupati Majene Almarhum Fahmi Massiara. “Masyarakat perlu bersyukur dan berbahagia, karena 20 kelurahan dan 62 desa di Majene program ini ditempatkan di Kecamatan Malunda. Kami dari pihak TPS3R Wilayah Sulbar hanya menjalankan apa yang menjadi usulan Pemda,” paparnya.


Dijelaskan, TP3SR Siamasei segera dioperasikan, setelah Pemkab Majene secara resmi menerima penyerahan aset dari BPPW Provinsi Sulawesi Barat. “Bangunan hanggar seluas 20X10 meter dilengkapi 2 unit motor 3 roda, 1 unit mesin pencacah sampah organik, 1 unit mesin pengayak dan 1 unit mesin pres hidrolik, kini diterima secara langsung Pjs Bupati Majene HM Natsir,” terangnya.

Diungkapkan, pembangunan TPS3R Siamasei dikerjakan selama 150 hari dimulai tanggal 27 Mei hingga 23 Oktober 2020, dengan besaran anggaran Rp600 juta. “TPS3R siamasei Malunda dikelola KPP Siamasei, akan menggunakan teknologi pembuatan kompos, yaitu metode open window, sebagai bagian dari pengelolaan sampah organik,” jelasnya.

Ia berpesan, agar mesin pengelolaan sampah tetap dipelihara dan bisa berjalan maksimal. “Jangan saat proses pencatatan nanti, fasilitas lain banyak yang hilang, ketika mau mencatat, bak sampahnya ada tapi motornya sudah tidak ada, dan pengelola hanya saling tunjuk,” ulasnya.

TPS3R Siamasei, diresmikan Pjs Bupati Majene HM Natsir. Ia mengatakan, bagunan TPS3R dinilai kokoh dan sangat baik. “Jangan sampai dialih fungsikan ke sarana olahraga. KSM harus mampu mengoprasikan, merawat dan memelihara sarana ini. Dan saya sangat mengapresiasi Kementerian PUPR melalui BPPW Sulbar, yang telah memberikan bangunan TPS3R untuk peningkatan derajat kesehatan dan ekonomi masyarakat di Majene,” urainya.

Mantan Sekda Pasangkayu ini juga berharap, KSM dan KPP dapat memperkuat kelembagaanya. “Jangan ketua dan sekertaris saja yang hidup, harus ada distribusi job pekerjaan yang bisa dilakukan bersama anggota lainnya,” ujar Natsir.

Ia mengatakan, fasilitas yang telah terbangun merupakan aset yang harus dikelola sekaligus menjadi tanggung jawab, yang nantinya membutuhkan laporan pelaksanaan sebagai bahan evaluasi, karena perlu dilakukan intervensi, baik dari sisi penggangaran dan lainnya.

“Kegiatan ini, diharapkan semakin membangkitkan semangat mengelola lingkungan, agar bisa bermanfaat, berkelanjutan, bagi anak cucu kita dimasa mendatang. Jangan kita menitipkan air mata buat anak-anak kita, tapi wariskanlah mata mata air untuk kehidupan, itulah hakikat dan inti pertemuan kita,” pungkasnya. (Abd. Hafid)