Andi Ruskati Imbau Warga PHBS di Tengah Pandemi

Anggota Komisi IX DPR RI, Andi Ruskati Ali Baal melakukan penandatanganan komitmen penanganan covid-19 dalam sosialisasi Germas di Mamuju, Selasa 14 September 2021.


MAMUJU – Anggota DPR RI Andi Ruskati Ali Baal mengimbau kepada warga untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Apalagi di masa pandemi covid-19. PHBS juga bertujuan meningkatkan imun tubuh.

Penyakit menular bisa disebabkan gaya hidup tak sehat, seperti kurang olahraga, pola makan tak sehat, minum minuman beralkohol, dan kebiasaan merokok.


Demikian dikemukakan Anggota Komisi IX DPR RI, Andi Ruskati Ali Baal dalam sosialisasi Gerakan Masyarakat (Germas) hidup sehat dan vaksinasi.

Agenda ini sebagai upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya melaksanakan vaksin dan membangun pola hidup sehat, apalagi berada di tengah pandemi Covid-19.

“Germas ini sangat perlu untuk disosialisasikan apalagi masih Covid-19 termasuk vaksin,” kata Andi Ruskati, Selasa 14 September.

Ia berharap masyarakat bisa menerapkan PHBS. Salah satunya dengan banyak mengkonsumsi air putih yang menurutnya penting bagi diri sendiri dan kebaikan masyarakat.

“Budaya hidup sehat adalah salah satu kunci untuk bangkit dari pandemi. Baik bangkit secara ekonomi, sosial maupun kesehatan, kita harus bergerak bersama masyarakat hidup sehat,” ungkapnya.

Selain itu ia pun meminta agar masyarakat secara bersama-sama melaksanakan protokol kesehatan Covid-19, dimana pun berada.

“Selalu menggunakan masker menjaga jarak mencuci tangan pakai sabun setiap saat. Mari bersama menjadi agen perubahan melalui penyebarluasan kesehatan untuk melindungi keluarga dan masyarakat dari bahaya Covid-19,” lanjut Ruskati

Sosialisasi dilaksanakan bersama Kasubdit Kesehatan Usia Reproduksi, Direktorat Kesehatan Keluarga Kemenkes RI, dr. Lovely Daisy di Kompleks Kantor Gubernur, Marasa Corner, Selasa 14 September 2021.

Ruskati bersyukur melihat antusiasme masyarakat yang mengikuti sosialisasi, sosialisasi Germas tersebut menjadi hal penting agar masyarakat terhindar dari resiko penyakit menular.

Ketua TP PKK Sulbar ini pun berencana melakukan vaksinasi bagi 1.000 orang di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.

“Sampaikan sama saya jika ingin divaksin, sekarang kita jemput bola melakukan vaksinasi. Jangan lagi kita menunggu, karena kalau menunggu bisa saja tidak ada yang datang,” jelasnya.

Selain menerapkan PHBS dan vaksinasi, Andi Ruskati juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap selalu memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas dan rajin mencuci tangan.

Sementara dr. Lovely menjelaskan bahwa di tengah kondisi yang tidak menentu karena wabah covid, potensi terserang penyakit lainnya juga sangat besar, apabila tidak dibarengi dengan pola hidup sehat yang maksimal.

“Kegiatan ini untuk memberikan informasi dan edukasi ke masyarakat akan pentingnya Germas. Kemenkes akan selalu mengajak dan mengingatkan masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Ditekankan bahwa segala aktifitas harus selalu menerapkan protokol kesehatan. Aksi 3 M wajib dilakukan. Mulai memakai masker, mencuci tangan mengunakan sabun serta menjaga jarak. Ditambah menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Termasuk melaksanakan vaksinasi.

“Cek kondisi kesehatan secara rutin. Yang perlu ditekankan Germas ini penting untuk pencegahan penyakit, Karena penyakit degenaratif, banyak dialami orang tua dan sekarang penyakit ini banyak diderita usia muda,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, dr Asran Masdy mengatakan sampai saat ini pihaknya gencar melaksanakan vaksinasi. Itu sebagai upaya agar imun masyarakat bisa terbangun.

Menurutnya, meski terjadi keterlambatan dalam melakukan vaksin akibat bencana gempa namun itu tidak menjadi alasan untuk terus menggencarkan vaksinasi.

“Kita terus berupaya agar Herd Immunity bisa tercapai, kalau diatas 70 persen sudah tervaksin maka potensi penularan semakin kecil,” tandasnya. (nas)