WSBK Mandalika Kental Nuansa Budaya Sasak

Karnaval budaya menjadi atraksi pembuka perhelatan balap roda dua dunia, World Superbike (WSBK) musim 2023, Minggu (5/2/2023). Ini adalah untuk ketiga kalinya Mandalika menjadi tuan rumah WSBK sejak musim 2021 dan 2022 lalu.

Tepat pukul 10.00 waktu Indonesia bagian tengah (WITA), saat mentari mulai bersinar terik, sekitar 100 orang berpakaian aneka warna mulai merangsek masuk ke dalam lintasan di Sirkuit Internasional Jalan Raya Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Mereka tidak berpakaian layaknya kru tim balap atau pebalap sekalipun.

Justru orang-orang ini berpakaian adat Sasak, suku asli di Pulau Lombok, suasananya mirip karnaval budaya saja dan menyesaki lintasan selebar 8 meter. Kaum perempuannya memakai baju lambung hitam, kuning, atau hijau yang sepintas modelnya mirip kebaya. Kereng nine atau songket khas Lombok turut melengkapi penampilan cantik gadis-gadis Lombok.


Kaum pria kebanyakan tampil bertelanjang dada dan memakai sapuk, ikat kepala khas Lombok warna merah dan kereng atau sarung polos berkelir senada. Tangan kiri mereka memegang penjalin atau tongkat rotan dan sebelah kanan tersemat ende, sejenis perisai persegi terbuat dari kulit kerbau yang tebal dan keras.

Rupanya mereka adalah para pepadu atau petarung dari peresean, semacam kesenian adu pukul rotan yang telah berkembang di Bumi Seribu Masjid itu sejak abad 13 lampau. Iring-iringan tadi semakin lengkap dengan hadirnya puluhan pria berpakaian mirip jas warna merah membawa gendang besar, gong, oncer, suling, terumpang, dan pencek.

Mereka adalah para pemain alat musik gendang beleq yang terus membunyikan aneka perangkat untuk mengiringi langkah para peserta karnval. Tepat di sebuah garis putih lintasan, rombongan ini berhenti. Posisi lintasannya di antara bangunan garasi balap atau paddock dan kursi penonton (grandstand) premium.

Ternyata, karnaval budaya ini menjadi atraksi pembuka perhelatan balap roda dua dunia, World Superbike (WSBK) musim 2023, Minggu (5/2/2023). Ini adalah untuk ketiga kalinya Mandalika menjadi tuan rumah WSBK sejak musim 2021 dan 2022 lalu. Atraksi kesenian kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTB dan Mandalika GrandPrix Association (MGPA) selaku pengelola Sirkuit Mandalika.

Ribuan penonton dan sejumlah kru balap bertepuk riuh menyambut kehadiran para peserta karnaval yang diadakan hanya 30 menit menjelang digelarnya lomba. Keriuhan serupa juga telah diadakan pada Kamis (2/2/2023) ketika sebanyak 10 pebalap WSBK diajak untuk mengikuti karnaval budaya yaitu menjadi pengiring acara adat nyongkolan, atau upacara pernikahan pengantin Sasak.

Kedelapan pebalap itu adalah Axel Bassani dari Motocorsa Racing, Can Oncu (Puccetti Racing), Phillip Oetti (Team GoEleven), Hafidz Syahrin (Petronas MIE Racing), dan Lorenzo Baldassarri (GMT94 Yamaha). Kemudian ada Nicholas Spinelli (VFT Racing Yamaha), Bahattin Sofuoglu (MV Agusta Reparto Corse), dan Adam Norrodin (Petronas MIE MS Racing).

Tak hanya ikut menari dan berjoget, pebalap-pebalap WSBK yang memakai sapuk dan selendang kain tenun Lombok mendapat tantangan. Bukan untuk menunggangi kuda besi, melainkan mencoba menaiki jaran kamput, semacam seni arak kuda-kudaan dari kayu. Menurut Kepala Dinas Pariwisata NTB, Jamal Malady, para pebalap batal menjajal jaran kamput karena khawatir terjatuh.

Alhasil, Baldassari dan Syahrin pun mewakili rekan-rekannya ikut menggotong jaran kamput sambil berjoget bersama penari-penari lain. Baldassarri, pebalap asal Italia, seperti ketagihan menjajal tantangan berikutnya yaitu memperagakan kesenian peresean. Kali ini lawannya adalah Spinelli. Selama beberapa menit mereka mencoba saling memukul mengenai ende masing-masing.

Inilah untuk pertama kalinya para pebalap WSBK turut dilibatkan dalam karnaval budaya untuk memperkenalkan kesenian Sasak kepada dunia lewat para penunggang kuda besi ini. Para pebalap mengaku merasa terhibur dengan atraksi kesenian yang mereka ikuti. “Ini hari yang luar biasa dan indah sebelum kami memulai balapan,” kata Spinelli.

Komentar serupa juga meluncur dari mulut Oncu dan Bassani. “Senang mempelajari budaya dari Lombok,” ucap Bassani. Tak lupa pria asal Feltre, Italia itu mengunggah kegiatannya bersama masyarakat Lombok ke akun media sosialnya di Instagram.

 

Jalannya Lomba

Sementara itu, andalan tim Aruba.it, Alvaro Bautista berhasil menggeser dominasi Toprak Razgatlioglu (PATA Yamaha Prometeon) yang musim sebelumnya menjadi pemilik podium juara seri Mandalika. Bautista tampil sebagai juara pada race pertama dan kedua dalam lomba yang disaksikan 69 ribu penonton di sirkuit sepanjang 4,3 kilometer di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika itu, Minggu (5/2/2023).

Pada race pertama, Bautista membukukan waktu tercepat 33 menit 44,093 detik di antara 17 pebalap lainnya yang berhasil menjejak garis finish setelah menyelesaikan 18 putaran. Juara dunia musim 2022 itu diikuti Razgatlioglu yang lebih lambat 4,809 detik, disusul rekan setimnya, Andrea Locatelli di urutan ketiga.

Pebalap asal Spanyol kelahiran 21 November 1984 itu kembali mencetak juara setelah pada race kedua diadakan dua jam kemudian. Razgatlioglu lagi-lagi harus puas di urutan kedua dibuntuti pebalap Spanyol lainnya, Xavi Vierge. Titel hiburan baru bisa didapat Razgatlioglu saat SuperPole. Bautista kendati sempat mengalami kecelakaan di race kedua mengaku sangat puas dengan torehan hasil di Mandalika.

Ini sekaligus menggenapkan kemenangannya menjadi lima gelar di awal musim 2023 ini. Sebelumnya pada seri pembuka WSBK 2023 di Sirkuit Phillip Island, Australia, 26 Februari 2023 lalu ia menyapu bersih tiga juara sesi balapan yang diikuti. “Saya betul-betul puas dengan hasil kali ini. Treknya sangat cepat dan memberi tantangan serta kesulitan bagi saya dan beruntung bisa melewatinya,” kata Bautista seperti dikutip dari website WSBK.

Sedangkan Razgatlioglu mengatakan, ia kurang beruntung pada seri Mandalika kali ini. Padahal, pebalap Turki itu bersama Locatelli sehari sebelumnya berhasil merebut posisi¬†start¬†terdepan untuk lomba (pole position) dan kedua. Ini adalah sejarah bagi pabrikan Yamaha sejak 13 tahun terakhir. “Saya kurang beruntung kali ini karena lawannya saya jauh lebih baik dan saya akan memperbaikinya di Belanda nanti,” ujar Razgatlioglu, juara dunia WSBK 2021 ini.

Dalam klasemen sementara setelah menyelesaikan dua seri WSBK, Bautista mengisi urutan teratas dengan 112 poin dikuntit Razgatlioglu (75 poin) dan Locatelli (70 poin). Sedangkan juara dunia enam kali berturut-turut, Jonathan Rea hanya bertengger di urutan keenam dengan koleksi 44 poin.

Seri berikutnya akan diadakan di Sirkuit Assen, Belanda, 23 April 2023. Sirkuit Mandalika akan kembali menjadi tuan rumah balap roda dua paling bergengsi di dunia, MotoGP musim 2023 pada 14-16 Oktober 2023 mendatang. (***)

Penulis: Anton Setiawan