Jumat, 22 Oktober 2021

Satgas Covid-19 Sosialisasikan Protokol Kesehatan jelang PON Papua

JAYAPURA – Satgas Penanganan Covid-19 terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat Papua jelang digelarnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XX. Sosialisasi difokuskan kepada penerapan protokol kesehatan (prokes) selama PON berjalan. Sehingga tidak menjadi sarana penularan Covid-19.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi mengatakan, Satgas tenah mengeluarkan buku rekomendasi yang tegas untuk gelaran PON XX. Namun, teknis di lapangan akan diatur oleh penyelenggara.

“Penyelenggara PON adalah PB PON bukan Satgas. Satgas hanya memeberi rekomendasi. Kami sudah menemui langsung PB PON untuk memberi masukan,” kata Sonny dalam diskusi virtual yang digelar Satgas Penanganan Covid-19, Sabtu (25/9).

Sonny menuturkan, dalam pertemuan dengan PB PON sudah didapat kesepakatan bersama tentang batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh peserta maupun penonton. Mukai dari wajib vaksinasi, swab antigen, memakai masker hingga menjaga jarak.

Selain itu, Satgas juga menilai pentingnya penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Di lain sisi, kendala listrik yang mempengaruhi sinyal internet cukup membayangi gelaran PON. Sehingga harus diantisipasi oleh penyelenggara.

“Kalau sinyal lagi susah, PeduliLindungi tidak bisa digunakan, maka harus manual, bisa bawa sertifikat vaksin,” jelas Sonny.

Sementara itu, Sri Riyanti Windesi dokter yang bertugas di Sorong, Papua menambahkan, keselamatan warga harus menjadi prioritas. Pasalnya, dengan banyaknya orang yang akan hadir, bisa menjadi ancaman jika tidak dikelola dengan baik.

“Kesiapan kita menghadapi pesta ini menyiapkan warga untuk bisa berpesta tapi tetap sehat karena kegiatan ini mengumpulkan banyak orang,” kata Riyanti.

Prokes menjadi salah satu aspek terpenting dalam menyelamatkan warga. Olej karena itu, para atlet, maupun penyelenggara harus memberikan contok yang baik, sehingga masyarakat bisa menirunya.

“Kalau kita membuat peraturan harus begini, begini, itu tidak boleh ada dilonggarkan. Dalam situasi begini kalau satu diijinkan yang lain akan ikut,” ucap Riyanti.

Di sisi lain, terkait perkembangan kasus Covid-19 di Sorong sendiri sudah mulai membaik. Saat ini pasien bergejala berat sudah sangat sedikit. Namun, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Disiplin akan prokes dan pola hidup sehat harus tetap dijalankan. (jawapos.com)