PT Mamuang Adakan Implemtasi Kurikulum Merdeka untuk Guru dan Komite Sekolah, Simak Tujuannya

PASANGKAYU – Berlokasikan di SD Inpres Kabuyu, dusun Wayanbo Jaya, Desa Martasari, kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), PT Mamuang salah satu anak Perusahaan PT Astra Agro Lestari (AAL) Area Celebes 1 (C1) yang bergerak di bidang perkebunan Kelapa sawit melakukan Training Komite Bisa Sekolah Binaan (Astra Cerdas), dengan tujuan “Meningkatkan pemahaman tentang kurikulum yang akan diterapkan oleh Kementerian Pendidikan, Riset dan Teknologi yaitu Kurikulum Merdeka kepada seluruh sekolah Binaan PT AAL Khususnya PT Mamuang”, Senin-selasa (22-22/11/2022).

Dalam kegiatan tersebut, bertindak sebagai panitia Asisiten Sustain dan Tim Guru Internal SDI Kabuyu dengan dihadiri langsung oleh Manajemen PT Mamuang diantaranya Aministratur PT Mamuang Aan Dwi Permono, KTU PT Mamuang Eki Wahyu Hidayat, CDO PT Mamuang Hermanto Rudi, Kabag HRGA Rachmat Hidayat dan dihadiri pula oleh Kepala Desa Martasari yang diwakili oleh Sekretaris Desa I Ketut Astawa.

Adapun jumlah undangan peserta 31 namun yang hadir sebanyak 28 dengan jumlah sekolah 11 (2 sekolah desa Martasari, 1 sekolah desa Pedanda, 2 sekolah desa Malei, 2 sekolah desa Pajalele, 1 sekolah desa Polanda Jaya, 1 sekolah desa Rio Mukti, 1 sekolah Bukit Indah dan 1 sekolah desa Panca Mukti) d Ngan peserta yang terdiri dari Kepala sekolah, guru dan Komite.


Dalam sambutannya, Sekdes Martasari, I Ketut Astawa, menyampaikan banyak terima kasih kepada PT AAL, khususnya PT Mamuang atas pelaksanaan kegiatan training Komite Bisa dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

“Sebagai perwakilan Desa Martasari, saya ucapkan banyak terimakasih kepada management PT Mamuang yang terus melakukan inovasi dalam meningkatkan mutu Pendidikan terkhususnya di Desa kami,” ungkapnya.

Sementara Administratur PT Mamuang, Aan Dwi Permono, dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar kegiatan training ini dapat berjalan dengan baik.

“Semoga melalui training ini, para peserta dapat menerima dan memahami materi yang disampaikan sehingga dapat menerapkan di sekolahnya masing-masing,” harapnya.

Setelah kegiatan pembukaan seremoni selesai, kegiatan dilanjut dengan kegiatan inti training. Dimana training berlangsung dengan baik dan lancar serta menyenangkan. Terlihat antusias peserta dalam mengikuti training sangat tinggi. (Edi)