Jumat, 22 Oktober 2021

Prof Gufran Imbau Pihak Sekolah Tetap Waspada Covid-19

Salah satu siswa di Mamuju saat mengikuti vaksinasi, Senin 27 September 2021.


MAMUJU – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat Prof Gufran Darma Dirawan mengimbau kepada pihak sekolah yang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka untuk tetap waspada. Penyebaran covid-19 bisa saja terjadi.

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Provinsi Sulbar tengah berlangsung. Sampai kemarin, belum ada laporan penularan Covid-19.

Pihak sekolah tetap diimbau waspada lantaran pandemi belum berakhir. Prof Gufran mengimbau agar penerapan protokol kesehatan (Prokes) covid-19 jangan sampai kendor. Yakni memakai masker, menjaga jarak, menghidari kerumunan dan rajin mencuci tangan.

Hal itu disampaikan, Prof Gufran terkait proses pembelajaran tingkat SMA dan sederajat di Sulbar.

“Kalau yang sementara ini belum ada persoalan di Sulbar, tidak ada yang terindikasi,” kata Prof Gufran saat dikonfirmasi, Senin 27 September.

PTM yang dilakukan kata Gufran, sudah sesuai harapan karena sekolah melakukan pembelajaran sesuai kelompok mereka. Ia pun mengapresiasi para kepala sekolah dan pihak terkait lainnya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong untuk dilakukan Percepatan vaksinasi sehingga sekolah bisa melakukan pembelajaran secara utuh.

“Untuk sekolah di level SMA 88 sudah mulai terbuka, karena terakhir saya baru pulang dari Mamasa berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Mamasa sudah aman dan sudah mulai dibuka, SMK juga demikian,” jelas Gufran.

Hanya saja ia, mengaku bahwa kendala SMK masih butuh perhatian karena masih ditemukan SMK yang tidak memenuhi jumlah murid.

“Sementara kita mau evaluasi, apakah memang masih diberikan kesempatan untuk membuat pembelajaran sendiri atau kita menggabungkan SMK dalam rangka efektifitas pembelajaran,” imbuhnya.

Termasuk mengenai Vaksinasi terus digencarkan, hal itu didukung melalui surat edaran yang telah dikeluarkan kepada kepala sekolah, untuk dilaksanakan vaksinasi dengan berkerja sama kepolisian dan tim lainya.

Prof Gufran kembali menegaskan, belum menemukan adanya peserta PTM yang terkonfirmasi positif Covid.

“Cenderung sekarang bisa menjadi hijau, Kemungkinan besar nantinya kalau jumlah makin berkurang yang ditemukan dan tidak ada laporan sama sekali kluster sekolah. Sudah divaksinasi, kita akan buka seperti biasanya,” tandasnya.

Sementara Kepala SMA Negeri 1 Mamuju, Halima mengatakan rencananya PTM di tempaynya akan dimulai pada 4 Oktober 2021. Berbagai persiapan telah dilaksanakan utamanya mengenai penerapan protokol kesehatan.

Hanya saja, saat ini sekolahnya sementara mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Dia menambahkan, sekolahnya juga telah melaksanakan vaksinasi dimana dari total 1000 siswa, 800 lebih diantaranya telah mengikuti vaksinasi.

“Setelah kita data, sudah di atas 80 persen, dari 1000 lebih sudah 800 lebih sudah melakukan vaksin,” sebutnya.

Seluruh persiapan mengenai protokol kesehatan juga telah dimatangkan, seperti menyiapkan penyemprotan disinfektan, cuci tangan serta masker. (ish)