Selasa, 07 Desember 2021

Peserta Musda Hipmi Sulbar Wajib Vaksin

Panitia MUSDA V BPD HIPMI Sulbar menggelar konferensi pers

MAMUJU – Peserta yang akan mengikuti Musyawarah Daerah BPD Hipmi Sulbar diwajibkan telah melaksanakan vaksinasi.

Hajatan Musyawarah Daerah (MUSDA) V Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda (BPD HIPMI) Sulbar bakal berlangsung. Jika tak ada halangan dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2021.

Ketua Steering Commiteee Musda V BPD HIPMI Sulbar, Eko Winanto menjelaskan pihaknya akan menggelar acara dengan melaksanakan protokol kesehatan (Prokses) secara ketat. Kata dia, kebijakan ini sebagai wujud dukungan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Undangan dan peserta yang akan hadir pada tanggal 19 Desember nanti tidak lebih dari 50 persen dari kapasitas tempat acara. Kemudian semua hal yang berkaitan prokes Covid-19 wajib dipatuhi oleh peserta dan undangan,” kata Eko kepada wartawan, Selasa 23 November 2021.

Selain itu, sambung Eko, peserta dan undangan yang hadir juga diwajibkan sudah mengikuti vaksinasi Covid-19 dengan memperlihatkan bukti sertifikat atau aplikasi peduli lindungi.

“Yang belum vaksin tentu akan kami arahkan dulu mengikuti vaksinasi di tempat layanan yang menyediakan atau puskesmas. Intinya kami tidak mempersulit, hanya saja agar semua yang hadir dan terlibat dalam event Musda tahun ini saling melindungi,” imbuh Eko.

Selain mewajibkan vaksinasi, panitia pelaksana juga akan memperketat penerapan protokol kesehatan covid-19 pada acara Musda. Peserta harus memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Sulbar, Jupri Mahmud menegaskan pihaknya akan melaksanakan Musda yang berdaya saing dalam upaya menumbuhkan gairah ekonomi bangsa. Olehnya ia berharap bagi calon ketua umum agar memiliki komitmen menjalankan organisasi dengan maksimal.

“Kepengurusan kami sisa beberapa hari lagi, harapanya agar ketua umum dan pengurus baru HIPMI Sulbar kedepan punya komitmen bisa melejitkan ekonomi daerah dan bangsa lewat UMKM,” kata Jupri.

Menurut Jupri, para pengusaha yang tergabung dalam rumah besar HIPMI tidak boleh menyerah dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kata dia, pengusaha harus menjadikan pandemi ini sebagai tantangan.

“Komitmen ini dari awal sudah sangat jelas, kader HIPMI tidak boleh menyerah dengan keadaan, harus bisa bangkit melawan pandemi. Itu bisa terjadi jika semua kader saling support,” kata Jupri.

Salah satu masyarakat Mamuju, Firdaus mengatakan selama ini peran HIPMI sudah membantu dalam hal pengembangan usaha selama pandemi. Namun demikian ia berharap agar peran tersebut bisa dilanjutkan.

“Sudah cukup membantu, bukan hanya dalam sektor ekonomi saja. Saat terjadi bencana alam gempa bumi bulan Januari lalu, HIPMI juga hadir di tengah-tengah korban. Itu yang kami harapkan terus berlanjut,” tandas Firdaus. (nas)