Kodim-Polres Majene Kolaborasi Tanam Mangrove, Tauhid: Upaya Mengantisipasi Abrasi

Kodim 1401 Majene bersama Polsek Sendana melakukan penanaman pohon mangrove di pesisir pantai Desa Lalattedzong Kecamatan Sendana, Kamis (07/12/2023).

MAJENE – Permukaan bumi selalu berubah dikarenakan berbagai faktor. Pantai adalah salah satu fitur permukaan bumi yang dapat berubah karena abrasi.

Salah satu upaya mencegah abrasi secara alami adalah lewat penanaman kawasan hutan bakau atau mangrove yang memiliki akar untuk dapat masuk ke dalam air pantai.

Upaya pencegahan abrasi pantai, Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berkolaborasi menanam mangrove di Pesisir Pantai Desa Lalattedzong Kecamatan Sendana, Kamis (07/12/2023).


“Penanaman mangrove ini untuk mengantisipasi abrasi yang dapat menyebabkan bencana banjir dan munculnya wabah penyakit,” terang AKP Muhammad Tauhid Kapolsek Sendana.

Dijelaskan, penanaman mangrove dilakukan Polsek Sendana bekerja sama Kodim 1401 Majene dihadiri Dandim 1401 Majene Letkol Czi I Made Bagus Asmara Putra beserta jajarannya, Camat Sendana, Danramil Sendana, masyarakat Desa Lalattedzong dan Desa Binanga.

AKP Muhammad Tauhid menyampaikan, penanaman pohon mangrove sebagai upaya preventif untuk mengurangi risiko abrasi, bencana banjir, dan mencegah munculnya wabah penyakit. “Kita tetap menjaga kelestarian alam dan menghadapi perubahan iklim yang semakin nyata,” ujarnya.

Dikatakan, TNI dan Polri bersama masyarakat akan terus berkolaborasi dalam melaksanakan kegiatan serupa guna menciptakan lingkungan yang sehat, lestari, dan indah.

“Penanaman pohon mangrove ini bukan hanya sebagai bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan, tetapi juga untuk melestarikan hutan mangrove yang merupakan bagian penting dalam menjaga ekosistem di pinggiran pantai,” ulas mantan Kasat Resnarkoba Polres Mamuju Tengah itu.

Ia berharap, aksi nyata dalam penanaman bibit pohon mangrove dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar pantai Desa Lalattedzong.

“Kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan memastikan keberlanjutan ekosistem pesisir,” pungkasnya. (hfd)