Khataman Alqur’an dan Messawe Totamma, Andi Syukri: Tingkat Baca Tulis Alqur’an

Bupati Majene Andi Achmad Syukri melepas peserta Khataman Alqur'an di Kecamatan Tubo Sendana.

MAJENE – Di tengah kesibukan dan hiruk pikuk dunia modern, budaya mengkhatamkan Alquran tetap menjadi tradisi yang terus dilestarikan bagi umat Islam diberbagai wilayah di Negara ini.

Tradisi ini juga sebagai wadah berkumpul atau bersilaturrahmi, menambah perekonomian serta menarik perhatian masyarakat dalam penyiaran agama Islam

Untuk itu, Bupati Majene Andi Achmad Syukri Tammalele menegaskan untuk meningkatkan pembinaan keagamaan di setiap sekolah sebagai sarana efektif untuk mencegah perilaku yang bertentangan dengan norma hukum dan agama di daerah ini.


Penegasan ini disampaikan pada acara khataman Alqur’an dan Messawe Totamma tingkat Sekolah Dasar (SD) se Kecamatan Tubo Sendana, Rabu (12/06/2024).

“Kegiatan keagamaan juga sebagai wujud dari salah satu visi misi kita sebagai pemerintah daerah Kabupaten Majene, yaitu Majene Unggul, Mandiri dan Religius,” urai Andi Syukri.

Ia mengapresiasi penamatan siswa SD sederajat yang menjadi agenda tahunan dari Pemerintah Kecamatan Tubo Sendana. “Bagi siswa SD yang dinyatakan lulus hingga meraih prestasi dan tamat mengaji maka berhak mengikuti rangkaian kegiatan Messawe Totamma,” terangnya.

Andi Syukri pemilik tagline Majene Rumah Kita itu berpesan, setelah Khatam Alqur’an, para siswa-siswi untuk lebih meningkatkan minat baca Alquran.

“Pembinaan keagamaan memiliki peran pundamental terhadap masa depan generasi muda seperti baca tulis Alqur’an,” sebutnya.

Ia mengucap terimakasih kepada Pemerintah Kecamatan Tubo Sendana bersama para panitia atas komitmen dan kepedulian terhadap perkembangan pembinaan keagamaan di Bumi Assamalewuang ini.

“Mari terus tingkatkan membaca Alqur’an di daerah kita ini, dan kami mengapresiasi kepada para kepala sekolah, para guru komite pengawasan dan lainnya atas terselenggaranya kegiatan ini,” ucapnya.

Kemeriahan kegiatan khataman Alqur’an dan Messawe Totamma, para siswa siswa diarak keliling kampung dengan menaiki kuda sembari diiringi beduk rebana. (hfd)