Kapolda Sulbar Silaturahmi ke Majene

Kapolda Sulbar IIrjen Pol Drs. R. Adang Ginanjar dan Ketua Bhayangkari Daerah Sulbar Ny Miranti Adang melakukan kunjungan Silaturahmi di Kabupaten Majene, Selasa (10/08/2023).

MAJENE – Kapolda Sulbar Irjen Pol Drs. R. Adang Ginanjar dan Ketua Bhayangkari Daerah Sulbar Ny Miranti Adang melakukan kunjungan Silaturahmi di Kabupaten Majene, Selasa (10/08/2023).

Kapolda Sulbar mengucap terima kasih atas sambutan yang telah diberikan Bupati Majene Andi Achmad Syukri bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene.

“Kunjungan ini untuk melihat langsung wilayah Kabupaten Majene untuk dapat melakukan upaya sinergitas bersama Pemkab Majene dalam rangka menciptakan situasi dan kondisi yang aman dan kondusif agar bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.


Selain itu, tujuan lain dari silaturahmi agar dapat berkomunikasi satu dengan yang lainnya sehingga dalam memberikan informasi dan masukan bisa lebih mudah.

“Kami juga ucapkan terima kasih atas dukungan Pemkab Majene khususnya pembangunan SPN di Mekkatta Kecamatan Malunda yang saat ini sudah mulai difungsikan,” ucapnya.

Lebih dalam R. Adang menyatakan, untuk program kerja 100 hari sebagai Kapolda Baru di Sulbar akan lebih fokus pada dukungan program pemerintah khususnya penanganan pencegahan stunting.

“Langkah upaya menurunkan angka stunting dengan menggalakkan Bhabinkamtibmas dan babinsa serta membangun kerjasama dengan Kementrian yang siap mendukung suplai gizi ke Sulbar,” akunya.

R. Adang berharap, agar program yang akan dilancarkan ke depan seperti penyaluran bantuan gizi dapat menurunkan angka stunting di Sulbar.

Kami akan lakukan intervensi spesifik agar inti masalah stunting dapat diatasi. Mohon bantuan koordinasi seluruh pihak tetap solid supaya Majene tetap aman apalagi ke depan kita harus menjadi negara berkembang yang siap maju,” pintanya.

Sementara, Bupati Majene Andi Achmad Syukri menyampaikan, bahwa dirinya baru lebih dua tahun menjabat sebagai Bupati Majene setelah dilantik pada 27 Juni 2021 lalu.

“Untuk tagline roda pemerintahan saat ini adalah Majene Rumah Kita dengan spirit perubahan dengan visi misi Majene Unggul, Mandiri dan Religius,” ulasnya.

Terkait gambaran umum Daerah Kabupaten Majene lanjutnya, merupakan salah satu daerah otonom yang termasuk enam Kabupaten di Sulbar yang memiliki topologi daratan rendah dan daratan tinggi.

“Penduduk Kabupaten Majene sebagian besar bekerja disektor perikanan, pertanian dan perkebunan dengan luas wilayah mencapai 947.84 km² secara administratif Kabupaten Majene terdiri dari 8 Kecamatan, 20 Kelurahan, 62 desa dan 257 dusun, 104 lingkungan, dengan jumlah penduduk 171. 111 jiwa,” urai Andi Syukri.

Ia juga menyampaikan, secara umum penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Majene sudah berjalan dengan baik dan lancar, hal itu berkat kerjasama dan kesamaan forkopimda dalam mengawal dan menjalankan roda pemerintahan di daerah ini.

“Kami menyadari tentang pentingnya peran dan fungsi Polri dalam menciptakan keamanan dan ketertiban, sehingga sangat mendukung terobosan Polri yang berorientasi pada terwujudnya pranata kehidupan sosial masyarakat yang kondusif.

” Intinya, bertujuan menciptakan Kabupaten Majene menjadi daerah yang penuh kedamaian dan ketentraman serta mengantisipasi potensi konflik yang dapat mengganggu jalannya roda pemerintahan serta perekonomian masyarakat Majene,” jelasnya.

Andi Syukri juga mendukung program Polres Majene maupun Polda Sulbar dalam mengayomi dan memberi perlindungan keamanan kepada masyarakat. “Selama ini, hubungan dan sinergi yang baik selalu terjalin antara Pemkab Majene dengan Polda Sulbar,” sebutnya.

Ia menyebut, terdapat 4 agenda penting sebagai wujud pelaksanaan visi-misi Pemkab Majene, yaitu pelaksanaan aksi konvergensi stunting Majene, pernikahan dini, anak tidak sekolah, dan kemiskinan ekstrem.

“Tentu Pemerintah Kabupaten Majene punya beberapa permasalahan, seperti Majene masuk daerah rawan bencana dengan resiko tinggi, seperti gempa bumi di Kecamatan Malunda, longsor Kecamatan Ulumanda dan wilayah kecamatan lainnya,” urainya. (hfd)