Intensif Vaksinasi di Pelosok Mamasa

oleh -8 Dilihat
Warga Mamasa menerima suntikan vaksin covid di kantor desa setempat, Rabu 15 Desember.

MAMASA – Untuk mencapai target vaksinasi tentu memerlukan upaya secara sustinable. Begitu pula yang dilakukan tim vaksinasi Kabupaten Mamasa. Mereka intensif melaksanakan vaksinasi hingga ke pelosok.

Kabupaten Mamasa secara geografis memang berada di daerah ketinggian. Seluruh wilayahnya adalah daerah pegununungan. Sebaran penduduknya pun mengikuti karajteristik sebagai daerah pegunungan. Sebagian wilayah pedesaannya masih terpencil.

Daerah terpencil di Mamasa memang sangat sulit dijangkau. Anatomi sebagai daerah pegunungan dan akses jalan yang belum baik menjadi tantangan bagi tim vaksinasi. Tapi demi tugas, mereka rela mengemban amanah dengan segala suka dukanya.

Tidak mengherankan bila Kabupaten Mamasa tercatat sebagai daerah yang tertinggi capaian vaksinasinya di Provinsi Sulawesi Barat. walau demikian tidak membuat Pemda Mamasa mengendorkan kampanye vaksin covid.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamasa, terus berupaya mendongkrak cakupan vaksinasi melalui beragam program dan metode di lapangan.

Dalam kegiatan vaksinasi massal yang telah dijalankan, tenaga kesehatan yang diterjunkan begitu antusias melihat tingginya animo masyarakat untuk datang dan mendukung program nasional tersebut.

Seperti di Kecamatan Mambi. Warga memadati area vaksinasi. Tercatat sebanyak 636 warga dari berbagai desa telah menerima vaksin covid. Disini, Dinkes Mamasa menyuntikkan tiga jenis vaksin; Coronavac, Sinophram serta Astrazeneca.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa, Hajai S Tanga mengapresiasi kesadaran masyarakat dan berharap bisa terus meningkat. Ia menekankan, vaksin yang tersedia saat ini dijamin telah melalui serangkaian tes dan dinyatakan halal.

Karena itu, warga tak perlu takut menerima vaksin covid. “Apalagi kalau kondisinya baik, tidak usah takut divaksin,” tegasnya.

Data Dinkes Sulbar per 12 Desember 2021, cakupan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Mamasa dengan total sasaran 128.959 jiwa, sudah menyasar 81.944 jiwa atau 63,54 persen untuk dosis pertama. Sementara cakupan dosis kedua tercatat menyentuh 52.794 orang atau 40,94 persen.

Pihak Dinkes Mamasa kini mendorong pelaksanaan vaksinasi yang lebih intens di wilayah kecamatan-kecamatan dan daerah pedalaman hingga pegunungan Mamasa.

Diantaranya melalui Puskesmas Bambang yang terus melaksanakan vaksinasi sampai ke desa-desa terjauh di Kecamatan tersebut.

Menurut Ketua Tim Vaksinasi Puskesmas Bambang, Yopi Sarmali, layanan jemput bola semakin gencar dijalankan ke pelosok desa guna memaksimalkan upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 di Mamasa.

“Kami turun bersama tim ke desa-desa, semata untuk meningkatkan kekebalan kelompok masyarakat, khususnya di pelosok. Ini sudah menjadi program di puskesmas,” jelasnya, Rabu 15 Desember.

Terlebih karena sebagian besar warga di kampung disibukkan dengan kegiatan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga cukup kesulitan mendatangi pusat-pusat layanan kesehatan untuk divaksin.

Ia mencontohkan, vaksinasi dengan sistem jemput bola telah diterapkan di Desa Salukepopo dan Desa Saluassing, dengan 292 warga telah menerima suntikan vaksin covid, baik dosis I maupun dosis II.

“Untungnya respon masyarakat cukup baik, sehingga kita juga tidak begitu kesulitan. Mudah-mudahan kedepan semakin banyak yang divaksin,” tandasnya.

Percepatan vaksinasi juga menjadi prioritas Puskemas Mambi di Kabupaten Mamasa. Vaksinator yang bertugas, terus berupaya maksimalkan vaksinasi di masyarakat.

Memaksimalkan kegiatan tersebut, pihak Puskesmas bersinergi dengan aparat kepolisian yang terjun melakukan edukasi dan sosialiasai terkait pentingnya vaksinasi.

Kapolsek Mambi, Ipda Drones M, mengimbau warga di wilayahnya untuk tidak mudah terpengaruh isu miring vaksinasi yang hanya akan menghambat pemenuhan herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap pandemi covid yang belum surut.

“Diminta, masyarakat agar tidak takut menjalani vaksinasi. Masyarakat jangan takut untuk divaksin karena ini aman dan efektif dalam mencegah covid,” jelasnya.

Disamping vaksinasi, mencegah penyebaran Covid-19 akan lebih optimal jika semua elemen masyarakat tetap disiplin menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, tidak berkerumun, mengurangi mobilitas dan rutin mencuci tangan. (nas)