FKPT Sulbar Gelar Kenduri Desa Damai, Majene Masuk Zona Aman

FKPT Sulbar menggelar Kenduri Desa Damai di Aula Kantor Kemenag Majene, Rabu (08/11/2023).

MAJENE – Kemajuan suatu daerah yang damai tentu mengutamakan azas toleransi dari masyarakat.

Hal ini disampaikan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulbar H. Muhammad Imran Idris pada kegiatan Kenduri Desa Damai di Aula Kantor Kemenag Majene, Rabu (08/11/2023).

Dijelaskan, kenduri dilakukan sebagai upaya pelibatan masyarakat dalam pencegahan radikalisme dan terorisme, yang tentunya bermuara pada terciptanya desa damai.


” Intinya pastikan dulu kebenaran setiap informasi yang kita dapat, dan jangan mudah terprovokasi dengan isu apapun,” pesannya.

Diungkapkan, dalam menciptakan desa damai, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Sulbar dengan kegiatan Kenduri (Kenali dan Peduli Lingkungan Sendiri).

“Kita berharap materi yang didapat para peserta bisa diaplikasikan atau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Diuraikan, FKPT memiliki beberapa bidang, diantaranya Bidang Agama, Sosial dan Budaya, Bidang Hukum, Media Massa, Hukum dan Humas, Bidang Pendidikan dan Pemuda, Bidang Perempuan dan Anak, dan Bidang Pengkajian dan Penelitian.

“Sejumlah Kabupaten di Sulbar, terdapat 2 kabupaten masuk pada titik merah, Kalau Kabupaten Majene masuk dalam zona aman,” akunya.

Kenduri desa damai dengan tema Pelibatan Masyarakat Dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme melalui FKPT Sulbar dibuka Kepala Dinas Sosial Majene Albar Mustar dihadiri Ketua Panitia Naskah M Nabhan Mahmud, Kemenag Majene, Ketua MUI Majene, Kodim 1401 Majene, Polres Majene, Camat Banggae Timur, perwakilan masyarakat baik dari Aparatur Desa, Kecamatan, Ketua RT, Babinsa, BabinKamtibmas, tokoh masyarakat serta para undangan lainnya. (hfd)