Bupati Majene Harap Prioritas Pembangunan Desa

MAJENE – Pembangunan desa harus menjadi prioritas karena terkait dengan program membangun Indonesia khususnya Majene dari pinggiran.

Penuturan ini, dikemukakan Bupati Majene Lukman Nurman pada penutupan Pelatihan Petugas Pendataan Potensi Desa (Podes) Kabupaten Majene 2021, di ruang pertemuan Hotel Villa Bogor Majene, Rabu (26/05/2021).

Dijelaskan, kegiatan Podes yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Majene sebagai gerakan pembangunan desa juga ditujukan mendukung pelaksanaan Undang-undang (UU) Desa dan mengawal pencapaian target-target Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020-2024.


“Untuk mengawal Nawacita Presiden Jokowi dan berjalan dengan arah yang tepat, maka dibutuhkan data yang akurat,” ujar Lukman.

Ia mengungkapkan, data yang akurat untuk implementasi data dan informasi tentang potensi spesifik semua wilayah terutama perencanaan, pengendalian dan evaluasiĀ  pembangunan daerah secara umum atau bahkan secara spesifik.

“Untuk itu, kepada calon petugas agar bersungguh-sungguh melaksanakan pendataan. Pahami benar konsep-konsep yang disampaikan instruktur dan bekerja dengan semangat,” pintanya.

Ditempat yang sama, Kepala BPS Majene Syihabuddin mengatakan, pelaksanaan pendataan Podes 2021 dilaksanakan pada 2 sampai 30 Juni. “Setiap pencacah melakukan kunjungan di semua wilayah tugasnya, yaitu desa, kelurahan, kecamatan atau kabupaten dan mencatat data dan informasi yang tersedia, baik melalui penulisan dokumen maupun wawancara dengan aparat Pemerintahan,” bebernya.

Selain itu, untuk pendataan Podes melalui aplikasi Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) termasuk pertanyaan yang termuat di dalamnya. “Tujuan dari pelaksanaan Podes, diantaranya menyediakan data yang mendukung perencanan kegiatan sensus pertanian 2023, sarana Updating Master File Desa (MFD), meyediakan data tentang keberadaan dan potensi yang dimiliki desa dan kelurahan meliputi sosial, ekonomi, sarana dan prasarana wilayah,” jelasnya.

Dihadapan para instruktur daerah Podes 2021 dan peserta pelatihan Podes, Syihabuddin menguraikan, Podes merupakan pendataan terhadap ketersediaan infrastruktur dan potensi yang dimiliki setiap wilayah administrasi setingkat desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

“Pendataan Podes mendahului kegiatan sensus yang dilakukan BPS. Khusus di Kabupaten Majene, Podes dilaksanakan di 20 kelurahan dan 62 desa,” urainya.

Selain itu tambah Syihabuddin, untuk keperluan updating klasifikasi atau tipologi desa perkotaan, pedesaan, pesisir dan non pesisir. “Podes ini juga untuk data pokok bagi penyusunan statistik wilayah kecil termasuk perhitungan indikator pembangunan kemajuan desa,” terangnya. (***)