Selasa, 07 Desember 2021

BRI Komitmen Mendukung Pemulihan Ekonomi Daerah

Kepala Cabang BRI Majene, Tamrin Faizal Nender

MAJENE — Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah menunjukkan komitmen dalam pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19. Aksi ini akan tetap berlanjut. Termasuk di daerah.

Demikian penekanan Kepala Cabang BRI Majene, Tamrin Faizal Nender di kantor cabang BRI Majene, Sabtu 20 November 2021 di sela pengundian hadiah simpedes.

Dijelaskan, salah satu langkah penyelamatan UMKM yang terdampak Covid-19 adalah lewat restrukturisasi kredit pelaku usaha yang terdampak wabah. Pihaknya telah memfokuskan upaya penyelamatan dan pemulihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Majene.

“Melalui program restukturisasi, kami berikan keringanan bunga maupun denda, sehingga nasabah terakait bisa lebih menyesuaikan diri,” jelasnya.

Ditambahkan, penyelamatan UMKM menjadi keharusan karena segmen ini memiliki peran penting terhadap perekonomian. Juga memberi andil signifikan karena menyerap banyak pekerja lokal.

“BRI juga mendukung program pemerintah dengan ekspansi produk pinjaman berbunga murah, seperti KUR mikro maupun kredit kemitraan dengan bunga lebih murah sehingga bisa membantu masyarakat untuk bangkit kembali perekonomiannya,” urainya.

Terkait perkembangan Simpedes, Tamrin memaparkan bahwa pada Desember 2020 tercatat sebesar Rp 339 miliar. Sementara di Oktober 2021, BRI mencatat pertumbuhan tabungan senilai Rp 7 miliar.

Dari sumber tabungan tersebut, telah disalurkan dalam bentuk kredit mikro hingga Rp 526 miliar yang meningkat senilai Rp 47 miliar dari tahun lalu.

“Artinya, BRI telah menyalurkan kredit mikro jauh lebih besar daripada tabungan Simpedes atau dengan kata lain, BRI Majene telah mensupport agenda pembangunan dan pemulihan ekonomi, khususnya Kabupaten Majene,” papar Tamrin.

Sejalan dengan upaya penanganan pandemi covid di daerah, BRI Majene juga meyakinkan bahwa protokol kesehatan (Prokes) akan selalu diutamakan.

“Bagaimana prosedur covid ini diutamakan, memakai masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun. Intinya kita harus selalu disiplin Prokes, termasuk rutin mengedukasi nasabah bahwa ada layanan secara online yang bisa diakses tanpa harus ke bank,” terang Tamrin. (nas)